Sabtu, 10 November 2012

Sedikit Cerita Untuk dibaca





ADA seorang gembala yang memiliki beberapa puluh ekor domba. Kawanan domba ini selalu dibawa kehamparan padang rumput miliknya di kaki gunung. Di padang rumput ini, setiap hari sang gembala menggiring domba-dombanya, sehingga bisa merumput setiap hari disana dari pagi sampai sore. Kemudian, domba-domba digiring kembali ke kandang yang letaknya tak jauh dari padang rumput itu. Karena letak padang rumput tersebut dekat sekali dengan hutan. Di hutan banyak sekali binatang buas yang mengintai dan siap menyantap domba-domba ini.
Di antara kawanan domba ini,ada seekor anak domba yang suka sekali melawan, suka memberontak , dan sukar diatur. Domba ini selalu mencari cara untuk melewati pagar-pagar, mencari bagian pagar-pagar yang rusak dan terbuka. Ia akan melewatinya dan pergi berlari dengan girang ke tengah hutan. Akibat perbuatannya itu, sang gembala khawatir dan pergi mencari domba nakal dan mengembalikannya ke kawanan domba di padang rumput. Sebenarnya gembala takut ke hutan, karena banyak binatang buas yg siap memangsanya. Tetapi, si domba nakal tidak pernah jera akan perbuatannya. Ia selalu menyusahkan sang gembala. Setiap kali ia dibawa kembali kekawanannya, si domba nakal selalu mencari kesempatan untuk keluar lagi ke hutan.
Sang gembala pun lelah akibat ulah si domba nakal. Ia mencari-cari cara agar si domba nakal tidak lagi lari dari kawanannya. Suatu ketika, saat ia sedang menggembalakan dombanya, sang gembala tertidur, dan ia pun bermimpi. Ia bermimpi aneh. Dalam mimpinya, ia melihat seorang bapak tua mendatanginya untuk menasehatinya, “Kalau kau ingin dombamu menjadi lebih baik, patahkanlah kakinya terlebih dahulu,lalu rawat dan balutlah lukanya.” Setela memberikan nasihat itu, si bapak tua menghilang dari pandangannya. Ketika sang gembala terbangun, ia mengingat dengan jelas apa yang dikatakan bapak tua itu didalam mimpinya.
Dengan sedih hati, sang gembala mengikuti nasihat yang diberikan bapak tua dalam mimpinya. Ia pun mematahkan kaki si domba nakal. Saat kakinya dipatahkan, si domba nakal mengembik keras. Hati sang gembala menjadi sangat pilu, ia sedih tahu bahwa si domba nakal pasti sangat kesakitan. Namun, ia melakukan hal itu karena ia menginginkan yang terbaik bagi si domba nakal.
Setelah peristiwa itu, setiap hari dengan tekun sang gembala memangku dan menuntun si domba nakal ke padang. Dengan lembut dan sabar, ia menemani si domba nakal,merawat lukanya dan membersihkan bulu-bulunya,bahkan mendekapnya dan membelainya sampai tertidur. Si domba nakal selalu dirawat dengan baik dan mendapat kasih sayang yang cukup. Hubungan yg lebih akrab antara sang gembala dan si domba nakal pun segera terjalin. Si domba nakal begitu menikmati belaian kasih sayang dan kelembutan sang gembala. Ia begitu senang karena setiap hari sang gembala selalu mendekap dan membelainya.
Setelah dirawat selama berbulan-bulan, si domba nakal pulih dari luka-lukanya. Keajaiban pun terjadi seiring dengan kesembuhan si domba nakal. Ia yg tadinya nakal dan suka pergi melewati pagar,kini tidak mau lagi beranjak dari sisi sang gembala. Meskipun kakinya telah kuat kembali, ia tidak mau berlari menjauh dari kawanannya,juga dari sang gembala. Ia justru paling setia menemani sang gembala, dan selalu mau berada didekat sang gembala. Sang gembala pun sangat senang, karena dombanya yang nakal kini menjadi salah satu domba yang menyenangkan hatinya.
Terkadang, apayang terjadi dalam kehidupan  kita sama seperti yang terjadi pada si domba nakal. Kadang kita tidak mau menuruti kata-kata Tuhan. Kadang kita memberontak, nakal, dan berjalan sesuai keinginan kita sendiri. Sampai akhirnya Tuhan harus membiarkan salah bagian dari kehidupan kita dipatahkan. Dan, sama seperti si domba nakal, kita pun berteriak, menangis, dan menjerit. Tetapi, percayalah bahwa sebenarnya Tuhan tidak membiarkan kita menangis sendirian. Tuhan membalut luka kita dan menemani kita setiap waktu.
Ajaibnya, justru banyak diantara kita yang setelah melewati patahnya kehidupan, justru bertobat dan menjadi semakin dekat pada Tuhan kkita(Allah SWT). Begitulah rahasianya, kadang Tuhan membiarkan kaki kita dipatahkan,agar kita belajar untuk semakin dekat dengan-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar