Kamis, 28 Maret 2013

ENTEROBACTER AEROGENES





Klasifikasi
Berikut ini adalah klasifikasi dari Aerobacter aerogenes bedasarkan pembagian yang dilakukan oleh Bergey,
Kingdom          : Bacteria
Phylum             : Proteobacteria
Kelas                : Gammaproteobacteria
Ordo                 : Enterobacteriales
Family              : Enterobacteriaceae
Genus              : Aerobacter
Spesies             : Aerobacter aerogenes

    Morfologi
Aerobacter aerogenes merupakan bakteri gram negatif yang berbentuk basil, dengan ukuran 0,6 – 1,0 µm x 1,2 – 3,0 µm, motil, tidak membentuk spora,berkapsul,dan memiliki flagel.. Bakteri ini sering ditemukan bersama E. Coli hidup bebas di alam seperti di air, tanah dan juga di saluran pencernaan manusia dan hewan.
Sifat Pertumbuhan
Sifat pertumbuhan dari Aerobacter aerogenes yaitu dapat tumbuh baik hampir di semua media buatan pada laboratorium mikrobiologi. Seperti tampak pada gambar merupakan  hasil isolasi pada media Mac conkey. Tampak berdasarkan gambar tersebut koloni Aerobacter aerogenes, besar, putih-merah, keruh, cembung, bulat dan halus. Selain itu A. aerogenes juga mengurai karbohidrat seperti glukosa dan laktosa menjadi asam dan gas seperti halnya Escherichia coli.

    Sifat Fisiologis
Aerobacter aerogenes sering ditemukan bersama E. Coli pada lingkungan yang sama (tanah & air), selain dapat hidup sebagai saprobe di saluran pencernaan hewan dan manusia.  Aerobacter aerogenesadalah salah satu jenis bakteri coliform, yang merupakan kelompok bakteri yang digunakan sebagai indikator kondisi sanitasi yang tidak baik terhadap makanan dan minuman.
Adanya bakteri Coliform pada makanan dan minuman menunjukkan kemungkinan adanya organisme yang bersifat enteropatogenik dan atau toksigenik yang berbahaya bagi kesehatan. Aerobacter aerogenes dapat menyebabkan pelendiran dan ropiness pada makanan..Aerobacter aerogenes merupakan patogen oportunistik. Kebanyakan individu yang terkena  infeksi memiliki kondisi fisik yang membuatnya lebih mudah bagi bakteri lain untuk tumbuh dan menyebar. InfeksiAerobacter aerogenes sering dijumpai diperoleh di rumah sakit,terutama pada pasien di unit perawatan intensif. Faktor risiko lain untuk infeksi termasuk penggunaan antibiotik (hal ini dapat mengurangi bakteri alami yang bersaing dengan Aerobacter aerogenes), infus , dan luka bakar. Aerobacter Aerogenes lebih sering mempengaruhi bayi yang baru lahir dan orang tua. 

   Struktur antigen
Pengobatan antimikroba  hampir semua mampu mengatasi infeksi Aerobacter aerogenes . Beta-laktam, fluoroquinolones, aminoglikosida dan TMP-SMZ semua merupakan pengobatan yang efektif. Sebagian besar strain bakteri ini resisten terhadap satu atau lebih dari pengobatan ini , sehingga organisme harus di cek dan diuji mengenai kerentanan sebelum pengobatan dimulai.
Umumnya resisten terhadap beta-laktam, karena sebagai penghasil beta-laktamase (enzim yang memecah beta-laktam) dapat diinduksi pada bakteri terkena antibiotik ini. Aerobacter Aerogenes juga biasa mengembangkan resistansi terhadap generasi pertama, kedua dan ketiga sefalosporin selama pengobatan.

   Patologi
Spesies Aerobacter terutama A. cloacae dan A. aerogenes,merupakan patogen  yang penting danbertanggung jawab untuk berbagai infeksi, termasuk bakteremia, infeksi saluran pernafasan, kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran kemih (ISK), endokarditis, infeksi intra-abdomen, septic arthritis ,osteomielitis, dan infeksi mata.
Jika bakteri mencapai darah (bakteremia), dapat menyebabkan sepsis. Bakteri yang memasuki cairan serebrospinal, dapat menyebabkan meningitis.Aerobacter aerogenes keseluruhan memiliki tingkat kematian rendah (10,2 persen), dengan ketidaktelitian masalah medis yang mendasari meningkatnya risiko kematian.

   Gejala Klinis
Gejala klinis yang timbul dari infeksi saluran pernapasan, kemih atau kulit yang disebabkan oleh bakteriAerobacter aerogenes mirip dengan gejala umum dari kondisi ketika disebabkan oleh infeksi bakteri lainnya.Bakteremia yang disebabkan oleh infeksi A. aerogenes sering menyebabkan peningkatan denyut jantung, pernapasan cepat dan demam. Kasus yang ekstrim dapat melibatkan hipertensi, shock dan bahkankematian 


I.       Cara Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan yang dapat dilakukan terhadap bakteri Aerobacter aerogenes dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif. Berikut ini penjabarannya:
1.      Pemeriksaan Kualitatif
Pemeriksaan ini dilakukan hanya untuk mendeteksi apakah didalam suatu produk atau sampel apakah terdapat bakteri Aerobacter aerogenes atau tidak. Pemeriksaan ini ada 3 tahap yaitu, Presumptive test, partially confirmed test, dan completed test.

a.      Presumptive Test
Air di dalam media Lactose broth ditambahkan indicator, hasil positif : indicator berubah warna  kemudian timbul gas. Jika indikator berubah warna dan timbul gas bias dipastikan E. coli dan A. aerogenes positif.

b.      Partially confirmed Test
Jika presumptive test positif, maka dilanjutkan ke test berikutnya yaitu partially confirmed test. Cairan positif hasil dari test yang pertama kemudian di tanam di media EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) 37 °C selama 24 jam. Jika positing berarti bakteri koliform tumbuh di dalam media tersebut.
           
c.      Completed Test
Koloni dari confirmed test ditanam di media lactose broth, tambahkan indikator. Kemudian hasil positif  jika indikator berubah dan muncul gas.


2.      Pemeriksaan Kuantitatif
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui jumlah mikroba yang terdapat didalam suatu sampel, dengan prinsip menghitung jumlah bakteri dalam 1 ml air. Langkah – langkahnya :
a.      Air diencerkan dengan pengenceran yang berbeda- beda
b.      Masing – masing pengenceran ditanam pada plat agar
c.      Kemudian di inkubasi 37°C selama 24 jam
d.      Dihitung jumlah koloni yang tumbuh, 1 koloni berasal dari 1 bakteri
e.      Mis:  Pd. Pengenceran 100 X :   3 koloni
Jumlah bakteri per ml air = 3 X 100 = 300 bakteri

BEBERAPA GAMBAR SPESIES ENTEROBACTER AEROGENES:
 

J.      Daftar Pustaka

Ø  Gerardi, H, Michael. 2003. The Microbiology of Anaerobic Digesters. Willey – Interscience Publications.New Jersey
Ø  http://www.ehow.com/about_6514920 enterobacter-aerogenes-disease.html.
Diakses tanggal 3 oktober 2011
Ø  Narumi, E, Hassutji. 2008. Enterobacteria. Departemen Mikrobiologi FKH Unair.
Ø  Journal of Microbiology, Immunology and Infection; En-Pen Chang, D Chiang, M Lin, T Chen, F Wang, C Liu; 2009 Vol. 42
Ø  http://www. n1nt1.blogspot.com/2011/06/kultur-dan-uji-biokimia-bakteri-gram.html
Diakses tanggal 29 september 2011
 Diakses tanggal 28 Maret 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar